You are currently browsing the monthly archive for Desember 2006.

Bismillah…

Kejadian-kejadian beserta komentar-komentar yang sudah kelewat batas mengenai pernikahan akhir-akhir ini, memuakkan!. Orang umum (awam) dan orang bodoh (ignorances) berterusan menulis, berpendapat tentang sesuatu yang sebenarnya sudah jelas. (sungguh sebenarnya tidak ada pendapat dalam Deen Islam),berdemo dan MELAWAN serta MENENTANG sesuatu yang sudah dihalalkan oleh Allah dan diamalkan oleh Rasulullah, salallahu alayhi wa sallam beserta umat yang mengikuti beliau.
Pernikahan, baik dengan satu istri sampai empat istri, adalah sesuatu yang halal, jelas perintahnya dalam Qur’an, jelas Sunnah (i.e tata cara pengamalannya) sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah, sallalahua alayhi wa sallam. Kita tidak dalam posisi untuk mempertanyakan, menentang dan Astaghfirullah, menolak serta mengingkari perintah Allah. Jelas bahwa laki-laki dalam Islam diperbolehkan untuk memiliki lebih dari satu istri. Dua, tiga, atau empat, akan tetapi jika kita khawatir belum bisa berbuat adil maka satu lebih baik untuk kita, begitu Allah, subhana hu wa ta ala mengajarkan kepada kita.
Posisi Muslimin adalah, “Kami dengar dan kami ta’at”, bukan “Kami dengar tapi sebentar, kami pikir-pikir dulu”. Perintah Allah tidak mungkin dzalim dan menyengsarakan hamba-hambaNya. Pernikahan dengan istri lebih dari satu bukanlah sesuatu hal yang perlu dipersoalkan boleh tidaknya serta halal haramnya karena jelas-jelas boleh dan halal, perkara ada yang melakukannya atau tidak bukanlah menjadi prioritas utama dewasa ini.Bagi yang belum sanggup, satu saja silahkan, bagi yang sudah sanggup dua, tiga atau empat silahkan. Petunjuknya ada dan lengkap silahkan ikuti. Kalau tidak mengikuti petunjuk (Syariat Allah dan Sunnah Rasulullah, salallahu alayhi wasallam),jangankan punya istri dua, punya satu saja rasa rasanya akan menjadi satu persoalan.
Permasalahan yang lebih utama hari ini adalah riba dianggap enteng di tengah-tengah kita. Riba, yang jelas-jelas sudah diharamkan oleh Allah dan RasulNya, salallahu alayhi wa salam, malah jadi tidak pernah dipersoalkan. Seorang Shaykh zaman ini, Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi mengingatkan kita bahwa permasalahan yang kita alami saat ini berakar kepada riba. Kejahatan riba telah merusak segenap tatanan sosial kehidupan kita. Sebuah kutipan: Kejahatan Riba adalah dosa/ kesalahan kedua, setelah syirik, yang paling ditakuti oleh para Penduduk Madinah. Riba memiliki berbagai macam bentuk yang banyak, bunga dalam berhutang adalah salah satu dari sekian banyak penyamaran riba. Tidak berbeda dengan istilah ‘Negara Islam’, istilah kata ‘Bank Islam’ ataupun perbankan Islam(Islamic banking) tidak memiliki akar bahasa Arab bahkan ia merupakan sebuah istilah asing yang bukan bagian dari ajaran Islam dan keberadaannya bertentangan dengan syariat.
Perbankan Islam dan perbankan ‘Konvensional’ memiliki kesamaan arti, riba. Riba sistem perbankan Islam dan pinjaman ‘tanpa bunga’-nya tidak dapat disangkal lagi. Apabila pemberian modal yang dikatakan ‘bersih’ dari yang disebut sebagai perbankan tanpa bunga itu bercampur dengan sistem perbankan yang lebih besar dan dominan, makaia berkecimpung dalam proses penggandaan uang riba. Bahkan sebuah ‘bantuan’ kepada satu negara bisa jadi melibatkan rangkaian ratusan bank yang dihidupi oleh berbagai ragam pemberian modal ribawi. Lebih lengkap tentang riba bisa dilihat di The Judgement on Riba oleh seorang fuqaha Prof. Umar Ibrahim Vadillo.
Sementara waktu persoalan riba malah menjadi persoalan sepele hari ini. Sebagian orang malah menghalalkannya dengan samaran bank Islam, kartu kredit Islam, pasar modal Islam, asuransi Islam dan sebagainya.Riba dan segala kaitanya wajib kita tinggalkan, mari kembali menggunakan Dinar-Dirham sebagai alat tukar yang sesuai fitrah. Kita Muslim harus bersama dengan Amir-amir/ ulama/ fuqaha/ qadi/ Sultan-sultan,untuk kembali mendirikan pasar-pasar dan perdagangan bebas riba, sesuai dengan yang diamalkan oleh Rasulullah, sallallahu alayhi wa sallam. Mari kita kembali menegakkan Zakat, karena pada saat ini Zakat tidak dilaksanakan sesuai dengan rukunnya, baik dari cara pembayaran, penarikan serta pembagiannya. Ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama (jamaah) sebagai Muslim, bersama-sama dalam satu barisan yang teratur dan rapat.*catatanKoin Dinar Emas dan Dirham Perak telah dicetak kembali di Nusantara sejak tahun 2000 oleh dibawah otoritas amir-amir agar dapat dipergunakan kembali oleh umat Muslim.
Islam artinya Taat kepada Allah, bukan berpikir dan berpendapat. Allah berfirman dalam al-Qur’an:”Taatlah engkau kepadaKu maka akan Kuberikan furqan”.Kita memohon kepada Allah agar dimampukan untuk berada dalam kepatuhan kepadaNya, perlindungan dari kuffar, musyrikin dan munafiqun. Kita mohon kepada Alllah agar diberikan cinta yang tulus kepada Allah dan Rasulullah, salllalahu alayhi wa salam. Kita memohon kepada Allah agar diberikan jalan (islam) yang lurus.
Iklan

Almanak

Desember 2006
S S R K J S M
« Jun   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Dinar Dirham Hari Ini

1 Dinar (Emas)
Rp. 1.380.490

1 Khamsa (Perak)
Rp. 145.072

sumber: wakalanusantara.com

kontak kang abdarrahman

ym: rrachadi
gtalk: rachadi
skype: abdarrahmanrachadi
rrachadi@yahoo.com

Blog Stats

  • 1.967 hits

Laman

Iklan